Pilihan anak untuk mengambil jurusan sastra/bahasa asing di
universitas sering kali membuat galau orang tua. Sebab kalau sudah lulus
anak mereka mau kerja apa?
Umumnya walau tidak selalu, anak-anak bahasa memang tidak terlalu
memikirkan bagaimana nantinya mereka di masa depan saat masuk ke jurusan
sastra. Mereka memilih jurusan tersebut dengan iman dan
passion
akan hal-hal keren yang berkaitan dengan bahasa yang ingin
dipelajarinya, misalnya mahasiswa sastra Jepang sangat senang dengan
manga dan anime.
Lalu kalau anak-anak ini ditanya bila sudah lulus mau apa, mereka
bengong, tidak ada bayangan akan penerapan keahlian mereka. Bahkan
ketika dulu ada mata pelajaran wirausaha, anak-anak di kelas saya
membuat
business plan yang tidak ada kaitannya bidang yang dipelajarinya.
Setelah saya sendiri merasakan dunia kerja dan wirausaha, saya ingin
membagikan pengetahuan dan pengalaman saya kepada para orang tua yang
mungkin sedang bergelut batin dan juga kepada adik-adik agar bisa
mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk menghadapi masa depan yang
semakin kompetitif.
Apakah ada di luar sana perusahaan atau orang yang membutuhkan keahlian bahasa?
Ada. Keahlian bahasa dibutuhkan terutama oleh:
- Perusahaan-perusahaan asing yang masuk ke Indonesia.
- Proyek-proyek yang melibatkan pihak asing.
- Perusahaan lokal yang berkorespondesi dengan orang luar.
- Selain itu masih ada sekolah, universitas, tempat kursus, dll.
Apakah bahasa bisa dijadikan bisnis?
Bisa. Lihat saja lembaga-lembaga kursus bahasa swasta yang
terkenal dan mendunia, seperti Berlitz, EF, dll. Itu bukti, bahwa bahasa
bisa dibisniskan.
Tip dan saran
Berikut beberapa tip dan saran saya untuk Anda yang belajar bahasa:
- Gabungkan keahlian bahasa dengan keahlian lain. Dengan demikian pintu-pintu kesempatan akan lebih banyak lagi terbuka, misalnya jika Anda bisa public speaking, mungkin Anda bisa jadi MC di berbagai kesempatan.
- Pilihlah bahasa dari negara yang sedang booming perekonomiannya, memiliki peranan penting di kancah internasional, atau yang investornya ada banyak di Indonesia. Karena bahasanya akan semakin dipergunakan dan dibutuhkan.
- Persaingan dalam Keahlian Berbahasa Inggris sudah semakin tinggi. Karena
banyak orang yang menguasai bahasa ini. Namun demikian bukan berarti
tidak perlu dipelajari. Hanya saja situasi lowker sekarang lebih membuka
kesempatan untuk kemampuan bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea.
- Pelajarilah lebih dari satu bahasa. Selain membuat Anda layak dibayar mahal, kadang ada lowongan yang membutuhkan lebih dari satu bahasa.
- Kejar semua sertifikasi bahasa yang ada dan yang tertinggi untuk meningkatkan kredibilitas, nilai dan daya tawar Anda.
- Bangun jaringan. Berteman dan bergaulah dengan banyak orang. Karena dari situlah kesempatan dan job datang. Sebab biarpun Anda ahli, kalau tidak dikenal orang sama saja bohong.
- Bangun skill bukan hanya mengejar nilai. Orang nyontek nilai bisa bagus, tetapi keahliannya bodong. Ketika di lapangan pasti kelabakan.
- Dunia kerja mengharapkan kemampuan bahasa asingmu selevel dengan native speaker. Jadi belajarlah yang benar.
- Jangan hanya mengandalkan materi-materi dari kuliah.
Dalamnya bahasa dibandingkan dengan jumlah jam kuliah itu bak langit
dan bumi. Bayangkan jika bekerja di perusahaan asing, tapi bahasa Anda
jelek, malu donk.
- Belajarlah komputer. Kalau yang ini tidak perlu dijelaskan lagi
Bila Anda belajar bahasa, belajarlah juga tentang wirausaha. Sebab
banyak aspek-aspek bisnis yang berlaku meskipun nantinya Anda bekerja
untuk orang, misalnya:
- Brand: Nama Anda adalah merek dagang. Kalau kerja Anda bagus, orang makin percaya, maka citra/brand Anda pun semakin bagus.
- Produk: Diri Anda adalah produknya seberapa tinggi
kualitas dirimu? seberapa canggihkah Anda? Punya sertifikat apa saja?
Pengalamannya apa saja?
- Pemasaran: Kalau Anda tidak mempromosikan diri Anda dan tidak dikenal orang, maka orang tidak akan mencari dan memakai jasa Anda.
- Penjualan: Terkadang orang yang keahliannya lebih
rendah bisa mendapatkan pemasukkan lebih tinggi, karena dia tahu ke mana
menjual dirinya dan bagaimana menjual dirinya.
Macam-macam profesi / pekerjaan bahasa
Sebenarnya ada banyak jenis pekerjaan yang memerlukan keahlian bahasa, diantaranya:
1. Master of Ceremony (MC)
Ini penghasilannya lumayan besar nih. Seorang pegawai biasa perlu
bekerja satu bulan penuh untuk bisa menghasilkan 2-5 juta, sedangkan
seorang MC yang belum terkenal, membawakan acara selama beberapa jam
saja, dalam bahasa Indonesia bisa berpenghasilan 2 juta. Jos!
Apalagi kalau menjadi MC menggunakan bahasa asing, minimal kerja 2
jam bisa mendapatkan 3 juta. Bahkan untuk acara-acara resmi yang besar
bisa mencapai 7 juta. Hmm…bagaimana dengan para MC yang sudah terkenal,
ya?
Kenapa saya bilang anak bahasa bisa masuk ke dunia MC? Karena dulu
ketika saya kuliah ada anak jurusan Mandarin yang jadi MC di stasiun TV
lokal yang kebetulan mengadakan program yang bertemakan Cina.
Berikut adalah video sebagai contoh MC yang menggunakan bahasa asing.
2. Penerjemah
Profesi ini memiliki dua arah, yaitu :
- Menjadi seorang profesional, bekerja di sebuah perusahaan
- Menjadi wirausahawan, bekerja untuk diri sendiri.
Sangat disarankan bagi Anda yang ingin menekuni profesi ini untuk mengikuti semua sertifikasi bahasa yang ada. Misalnya:
- Bahasa Inggris, TOEFL;
- Bahasa Jepang, Noryoku Shiken;
- dll.
Sebab semua sertifikasi ini akan meningkatkan kredibilitas Anda
sebagai penerjemah dan daya tawar Anda. Ingatlah akan persaingan.
Setelah lulus Anda pun harus bersaing dengan pemain lama.
Ada banyak hal yang memerlukan jasa penerjemahan misalnya
penerjemahan buku fiksi – non fiksi, komik, film, website, game, dll.
tapi menurut saya penghasilannya tidak terlalu tinggi.
Meskipun sudah ada Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.02/2011
(Lampiran II halaman 4 butir 14) tentang Standar Biaya Tahun 2012 yang
mengatur Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan, sayangnya ini hanya
acuan dan bukan standar.
Bayaran di lapangan banyak yang di bawah acuan tersebut. Ditambah
lagi adanya persaingan harga di antara penerjemah yang membuat nilai
penerjemah semakin terpuruk.
Pemain baru yang sedang membangun nama, suka banting harga. Orang pun masih menganggap penerjemah hanya sebagai juru ketik.
Penerjemahan dokumen legal mungkin lebih memiliki harga. Sebab segala
sesuatu yang berhubungan dengan legalitas itu sifatnya sangat krusial
dan sensitif, sehingga toleransi kesalahan sangat kecil atau bahkan
tidak ada sama sekali. Selain itu hanya penerjemah tersumpah yang hasil
terjemahannya memiliki kekuatan hukum.
Untuk mendapatkan sertifikasi penerjemah tersumpah Anda harus
menempuh sebuah ujian tertentu. Dulu pemkot DKI bekerjsama dengan UI
untuk ujian ini, sayangnya menurut kabar yang berhembus, akibat adanya
kongkalikong, alias kalau bayar bisa lulus, pemkot DKI memutuskan
hubungan kerjasama ini.
Momen ini dimanfaatkan oleh
Himpunan Penerjemah Indonesia
untuk membuat sebuah tes sertifikasi yang disebut Tes Sertifikasi
Nasional (TSN). Meskipun saat tes ini belum setara dengan ujian yang
sebelumnya diadakan di UI, namun para pengurus HPI sedang mengusahakan
agar lambat laun tes ini dapat semakin diakui kredibilitasnya secara
nasional dan internasional.
3. Juru bahasa / penerjemah lisan
Tingkat keahlian yang dibutuhkan dalam penerjemahan lisan lebih
tinggi daripada penerjemahan tertulis. Dalam penerjemahan tulisan orang
masih bisa lihat kamus, tanya teman, dll. Tetapi di dalam penerjemahan
lisan, tidak ada siaran ulang.
Kalau mau bayaran mahal, Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk mengasah ketrampilan ini.
Penerjemahan lisan dibagi dua macam:
1. Simultan (Simultaneous Interpretation)
Disini juru bahasa menerjemahkan ke dalam bahasa target secepat mungkin, sementara pembicara bahasa sumber terus berbicara.
Untuk melihat secara langsung bagaimana cara kerjanya, berikut adalah sebuah video tentang dunia kejurubahasaan di PBB.
2. Konsekutif (Consecutive Interpretation)
Juru bahasa berbicara setelah pembicara bahasa sumber selesai berbicara.
Pembicara dapat berbicara panjang baru diterjemahkan atau
pendek-pendek.
Tidak heran dengan semakin sulitnya keahlian, bayarannya pun semakin tinggi.
4. Sekretaris
Menjadi seorang sekretaris bayarannya lumayan tinggi. Apalagi jika
Anda bekerja di perusahaan asing dan sudah memiliki pengalaman.
Secara umum tugas seorang sekretaris adalah mengurus korespondensi,
seperti mengurus keluar masuk email dan telepon; menyiapkan risalah
rapat; menata dokumen; menerjemahkan dokumen; mengatur
rapat/janji/acara; mengatur perjalanan dan reservasi; dan
mendistribusikan informasi/tagihan/surat.
Keahlian bahasa Anda akan bermanfaat ketika sebuah perusahaan atau proyek berhubungan dengan orang-orang asing.
Menurut bocoran seorang teman yang kebetulan menjadi seorang seketaris adalah lebih enak bekerja di proyek, alasannya:
- Waktu kerja lebih fleksibel;
- Ada kesempatan keluar kantor untuk rapat atau bertemu klien sehingga tidak jenuh;
- Ada kesempatan ke luar daerah;
- Tempat kerja tidak tentu, tidak selalu di kantor;
- Bisa berkesempatan bertemu dengan pejabat pemerintah dan ikut berpartisipasi dalam kajian/studi.
Kekurangannya: sistem kepegawaiannya kontrak, begitu proyek selesai,
cari lagi pekerjaan berikutnya. Selain itu banyak pekerjaan yang tidak
sesuai dengan deskripsi tugas.
5. Pendidik
Jika Anda memilih profesi ini, maka jalannya yang terbuka adalah
menjadi guru di sekolah, pengajar di tempat les, atau dosen di
universitas.
Apabila Anda memasuki dunia universitas, maka sebaiknya Anda memiliki
gelar yang tinggi. Semakin tinggi gelarnya semakin besar pendapatannya.
Kajur saya dulu pernah mengatakan sistem universitas itu melihat
ijazah. Sehingga tidak peduli kehebatan atau kemahiran Anda dalam
berbahasa, tanpa kertas ajaib itu Anda sulit untuk dibayar tinggi.
Selain itu agar universitas untuk mendapatkan akreditasi hingga
tingkat tertentu diperlukan adanya jumlah dosen bergelar doktor dan S2
dalam jumlah tertentu. Oleh karena itu kertas itu begitu dipandang.
Kalau tidak bekerja untuk orang, maka pilihannya kamu bekerja untuk diri sendiri misalnya dengan membuka tempat les-lesan.
6. Blogger atau Vlogger
Blogger adalah orang yang menerbitkan konten dalam bentuk tulisan secara berkala di internet biasanya menggunakan
platform WordPress, Blogspot, Tumblr, dll.
Vlogger adalah singkatan dari Video Blogger. Sama seperti blogger,
namun menggunakan video sebagai bentuk kontennya. Umumnya orang
menggunakan Youtube sebagai tempat untuk mengunggah dan menampilkan
videonya ke seluruh dunia.
Sebuah blog biasanya memiliki tema atau topik tertentu misalnya
tentang teknologi, bahasa, budaya, dll. Penulis blog akan membuat
tulisan-tulisan berkualitas untuk para pembaca yang memiliki minat akan
hal itu.
Lalu bagaimana seorang blogger menghasilkan uang?
Jika seorang blogger sudah menciptakan
audience dalam jumlah banyak akan ada berbagai pintu yang terbuka. Berikut adalah beberapa cara blogger menghasilkan uang secara umum:
- Iklan.
Cara yang paling sering digunakan orang adalah memasang iklan google
Adsense. Dengan menaruh suatu script di blognya, Perusahaan yang
membayar advertising ke Google, iklan-iklannya akan
tampil di blog orang itu. Dan ketika ada pembaca yang mengkliknya
pemilik blog akan dibayar dalam bentuk dolar.
Bisa juga bila tulisanmu ternyata memiliki kaitan dengan produk
perusahaan tertentu, mungkin mereka akan tertarik untuk memasang iklan
langsung di tempat kamu, atau bahkan kamu diminta untuk meng-endorse
produk mereka.
- Narasumber.
Ketika seorang blogger menjadi expert di bidangnya ia bisa saja diminta untuk berbicara di suatu acara dan dibayar.
- Jual jasa.
Para penerjemah juga biasanya memiliki blog untuk memasarkan
dirinya. Dengan harapan akan ada orang yang menemukan dirinya melalui
mesin perambah dan menawarkan job.
- Jual buku.
Seorang blogger bila sudah terkenal, ia bisa meluncurkan dan menjual buku lewat blognya.
- Jual produk.
Misalnya bila kamu menulis tentang budaya Jepang, mungkin kamu bisa juga
menjual barang-barang yang berkaitan dengan budaya Jepang, seperti
kimono, samurai, dll. Sebab orang-orang yang datang ke blog Anda
kemungkinan tertarik dengan hal-hal seperti itu.
- Forum lowongan kerja.
Blogger bisa menarik fee dari orang yang hendak memasang iklan lowker di tempatnya.
Pastinya profesi ini bukan untuk mereka yang mengharapkan pendapatan
tetap tiap bulan. Tetapi bukan tidak mungkin bila sudah berhasil,
penghasilannya lebih besar dari gaji manajer.
Menjadi seorang blogger atau vlogger bukanlah untuk semua orang.
Membuat sebuah blog yang diminati banyak orang bukan pekerjaan
membalikkan telapak tangan. Diperlukan kerja keras, pengetahuan,
strategi, investasi waktu dan tenaga ke dalamnya.
Sebaiknya sejak Anda masih kuliah, Anda sudah memulai. Sebab tanpa
pengetahuan tentang marketing dibutuhkan waktu yang lama untuk
menghasilkan pundi-pundi uang.