HALOHA

HALOHA

Selasa, 13 Oktober 2015

Masa Depan Mahasiswa Sarjana Bahasa Inggris


Pilihan anak untuk mengambil jurusan sastra/bahasa asing di universitas sering kali membuat galau orang tua. Sebab kalau sudah lulus anak mereka mau kerja apa?

Umumnya walau tidak selalu, anak-anak bahasa memang tidak terlalu memikirkan bagaimana nantinya mereka di masa depan saat masuk ke jurusan sastra.  Mereka memilih jurusan tersebut dengan iman dan passion akan hal-hal keren yang berkaitan dengan  bahasa yang ingin dipelajarinya, misalnya mahasiswa sastra Jepang sangat senang dengan manga dan anime.
Lalu kalau anak-anak ini ditanya bila sudah lulus mau apa, mereka bengong, tidak ada bayangan akan penerapan keahlian mereka. Bahkan ketika dulu ada mata pelajaran wirausaha, anak-anak di kelas saya membuat business plan yang tidak ada kaitannya bidang yang dipelajarinya.
Setelah saya sendiri merasakan dunia kerja dan wirausaha, saya ingin membagikan pengetahuan dan pengalaman saya kepada para orang tua yang mungkin sedang bergelut batin dan juga kepada adik-adik agar bisa mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk menghadapi masa depan yang semakin kompetitif.
Apakah ada di luar sana perusahaan atau orang yang membutuhkan keahlian bahasa?
Ada. Keahlian bahasa dibutuhkan terutama oleh:
  1. Perusahaan-perusahaan asing yang masuk ke Indonesia.
  2. Proyek-proyek yang melibatkan pihak asing.
  3. Perusahaan lokal yang berkorespondesi dengan orang luar.
  4. Selain itu masih ada sekolah, universitas, tempat kursus, dll.
Apakah bahasa bisa dijadikan bisnis?
Bisa. Lihat saja lembaga-lembaga kursus bahasa swasta yang terkenal dan mendunia, seperti Berlitz, EF, dll. Itu bukti, bahwa bahasa bisa dibisniskan.

Tip dan saran

Berikut beberapa tip dan saran saya untuk Anda yang belajar bahasa:
  1. Gabungkan keahlian bahasa dengan keahlian lain. Dengan demikian pintu-pintu kesempatan akan lebih banyak lagi terbuka, misalnya jika Anda bisa public speaking, mungkin Anda bisa jadi MC di berbagai kesempatan.
  2. Pilihlah bahasa dari negara yang sedang booming perekonomiannya, memiliki peranan penting di kancah internasional, atau yang investornya ada banyak di Indonesia. Karena bahasanya akan semakin dipergunakan dan dibutuhkan.
  3. Persaingan dalam Keahlian Berbahasa Inggris sudah semakin tinggi. Karena banyak orang yang menguasai bahasa ini. Namun demikian bukan berarti tidak perlu dipelajari. Hanya saja situasi lowker sekarang lebih membuka kesempatan untuk kemampuan bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea.
  4. Pelajarilah lebih dari satu bahasa. Selain membuat Anda layak dibayar mahal, kadang ada lowongan yang membutuhkan lebih dari satu bahasa.
  5. Kejar semua sertifikasi bahasa yang ada dan yang tertinggi untuk meningkatkan kredibilitas, nilai dan daya tawar Anda.
  6. Bangun jaringan. Berteman dan bergaulah dengan banyak orang. Karena dari situlah kesempatan dan job datang. Sebab biarpun Anda ahli, kalau tidak dikenal orang sama saja bohong.
  7. Bangun skill bukan hanya mengejar nilai. Orang nyontek nilai bisa bagus, tetapi keahliannya bodong. Ketika di lapangan pasti kelabakan.
  8. Dunia kerja mengharapkan kemampuan bahasa asingmu selevel dengan native speaker. Jadi belajarlah yang benar.
  9. Jangan hanya mengandalkan materi-materi dari kuliah. Dalamnya bahasa dibandingkan dengan jumlah jam kuliah itu bak langit dan bumi. Bayangkan jika bekerja di perusahaan asing, tapi bahasa Anda jelek, malu donk.
  10. Belajarlah komputer. Kalau yang ini tidak perlu dijelaskan lagi
Bila Anda belajar bahasa, belajarlah juga tentang wirausaha. Sebab banyak aspek-aspek bisnis yang berlaku meskipun nantinya Anda bekerja untuk orang, misalnya:
  1. Brand: Nama Anda adalah merek dagang. Kalau kerja Anda bagus, orang makin percaya, maka citra/brand Anda pun semakin bagus.
  2. Produk: Diri Anda adalah produknya seberapa tinggi kualitas dirimu? seberapa canggihkah Anda? Punya sertifikat apa saja? Pengalamannya apa saja?
  3. Pemasaran: Kalau Anda tidak mempromosikan diri Anda dan tidak dikenal orang, maka orang tidak akan mencari dan memakai jasa Anda.
  4. Penjualan: Terkadang orang yang keahliannya lebih rendah bisa mendapatkan pemasukkan lebih tinggi, karena dia tahu ke mana menjual dirinya dan bagaimana menjual dirinya.

Macam-macam profesi / pekerjaan bahasa

Sebenarnya ada banyak jenis pekerjaan yang memerlukan keahlian bahasa, diantaranya:

1. Master of Ceremony (MC)

Ini penghasilannya lumayan besar nih. Seorang pegawai biasa perlu bekerja satu bulan penuh untuk bisa menghasilkan 2-5 juta, sedangkan seorang MC yang belum terkenal, membawakan acara selama beberapa jam saja, dalam bahasa Indonesia bisa berpenghasilan 2 juta. Jos!
Apalagi kalau menjadi MC menggunakan bahasa asing, minimal kerja 2 jam bisa mendapatkan 3 juta. Bahkan untuk acara-acara resmi yang besar bisa mencapai 7 juta. Hmm…bagaimana dengan para MC yang sudah terkenal, ya?
Kenapa saya bilang anak bahasa bisa masuk ke dunia MC? Karena dulu ketika saya kuliah ada anak jurusan Mandarin yang jadi MC di stasiun TV lokal yang kebetulan mengadakan program yang bertemakan Cina.
Berikut adalah video sebagai contoh MC yang menggunakan bahasa asing.

2. Penerjemah

Profesi ini memiliki dua arah, yaitu :
  1. Menjadi seorang profesional, bekerja di sebuah perusahaan
  2. Menjadi wirausahawan, bekerja untuk diri sendiri.
Sangat disarankan bagi Anda yang ingin menekuni profesi ini untuk mengikuti semua sertifikasi bahasa yang ada. Misalnya:
  1. Bahasa Inggris, TOEFL;
  2. Bahasa Jepang, Noryoku Shiken;
  3. dll.
Sebab semua sertifikasi ini akan meningkatkan kredibilitas Anda sebagai penerjemah dan daya tawar Anda. Ingatlah akan persaingan. Setelah lulus Anda pun harus bersaing dengan pemain lama.
Ada banyak hal yang memerlukan jasa penerjemahan misalnya penerjemahan buku fiksi – non fiksi, komik, film, website, game, dll. tapi menurut saya penghasilannya tidak terlalu tinggi.
Meskipun sudah ada Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.02/2011 (Lampiran II halaman 4 butir 14) tentang Standar Biaya Tahun 2012 yang mengatur Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan,  sayangnya ini hanya acuan  dan bukan standar.
Bayaran di lapangan  banyak yang di bawah acuan tersebut. Ditambah lagi adanya persaingan harga di antara penerjemah yang membuat nilai penerjemah semakin terpuruk.
Pemain baru yang sedang membangun nama, suka banting harga. Orang pun masih menganggap penerjemah hanya sebagai juru ketik.
Penerjemahan dokumen legal mungkin lebih memiliki harga. Sebab segala sesuatu yang berhubungan dengan legalitas itu sifatnya sangat krusial dan sensitif, sehingga toleransi kesalahan sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Selain itu hanya penerjemah tersumpah yang hasil terjemahannya memiliki kekuatan hukum.
Untuk mendapatkan sertifikasi penerjemah tersumpah Anda harus menempuh sebuah ujian tertentu. Dulu pemkot DKI bekerjsama dengan UI untuk ujian ini, sayangnya menurut kabar yang berhembus, akibat adanya kongkalikong, alias kalau bayar bisa lulus, pemkot DKI memutuskan hubungan kerjasama ini.
Momen ini dimanfaatkan oleh Himpunan Penerjemah Indonesia untuk membuat sebuah tes sertifikasi yang disebut Tes Sertifikasi Nasional (TSN). Meskipun saat tes ini belum setara dengan ujian yang sebelumnya diadakan di UI, namun para pengurus HPI sedang mengusahakan agar lambat laun tes ini dapat semakin diakui kredibilitasnya secara nasional dan internasional.

3. Juru bahasa / penerjemah lisan

Tingkat keahlian yang dibutuhkan dalam penerjemahan lisan lebih tinggi daripada penerjemahan tertulis. Dalam penerjemahan tulisan orang masih bisa lihat kamus, tanya teman, dll. Tetapi di dalam penerjemahan lisan, tidak ada siaran ulang.
Kalau mau bayaran mahal, Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk mengasah ketrampilan ini.
Penerjemahan lisan dibagi dua macam:
1. Simultan (Simultaneous Interpretation)
Disini juru bahasa menerjemahkan ke dalam bahasa target secepat mungkin, sementara pembicara bahasa sumber terus berbicara.
Untuk melihat secara langsung bagaimana cara kerjanya, berikut adalah sebuah video tentang dunia kejurubahasaan di PBB.

2. Konsekutif (Consecutive Interpretation)
Juru bahasa berbicara setelah pembicara bahasa sumber selesai berbicara. Pembicara dapat berbicara panjang baru diterjemahkan atau pendek-pendek.

Tidak heran dengan semakin sulitnya keahlian, bayarannya pun semakin tinggi.

4. Sekretaris

Menjadi seorang sekretaris bayarannya lumayan tinggi. Apalagi jika Anda bekerja di perusahaan asing dan sudah memiliki pengalaman.
Secara umum tugas seorang sekretaris adalah mengurus korespondensi, seperti mengurus keluar masuk email dan telepon; menyiapkan risalah rapat; menata dokumen; menerjemahkan dokumen; mengatur rapat/janji/acara; mengatur perjalanan dan reservasi; dan mendistribusikan informasi/tagihan/surat.
Keahlian bahasa Anda akan bermanfaat ketika sebuah perusahaan atau proyek berhubungan dengan orang-orang asing.
Menurut bocoran seorang teman yang kebetulan menjadi seorang seketaris adalah lebih enak bekerja di proyek, alasannya:
  1. Waktu kerja lebih fleksibel;
  2. Ada kesempatan keluar kantor untuk rapat atau bertemu klien sehingga tidak jenuh;
  3. Ada kesempatan ke luar daerah;
  4. Tempat kerja tidak tentu, tidak selalu di kantor;
  5. Bisa berkesempatan bertemu dengan pejabat pemerintah dan ikut berpartisipasi dalam kajian/studi.
Kekurangannya: sistem kepegawaiannya kontrak, begitu proyek selesai, cari lagi pekerjaan berikutnya. Selain itu banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan deskripsi tugas.

5. Pendidik

Jika Anda memilih profesi ini, maka jalannya yang terbuka adalah menjadi guru di sekolah, pengajar di tempat les, atau dosen di universitas.
Apabila Anda memasuki dunia universitas, maka sebaiknya Anda memiliki gelar yang tinggi. Semakin tinggi gelarnya semakin besar pendapatannya.
Kajur saya dulu pernah mengatakan sistem universitas itu melihat ijazah. Sehingga tidak peduli kehebatan atau kemahiran Anda dalam berbahasa, tanpa kertas ajaib itu Anda sulit untuk dibayar tinggi.
Selain itu agar universitas untuk mendapatkan akreditasi hingga tingkat tertentu diperlukan adanya jumlah dosen bergelar doktor dan S2 dalam jumlah tertentu. Oleh karena itu kertas itu begitu dipandang.
Kalau tidak bekerja untuk orang, maka pilihannya kamu bekerja untuk diri sendiri misalnya dengan membuka tempat les-lesan.

6. Blogger atau Vlogger

Blogger adalah orang yang menerbitkan konten dalam bentuk tulisan secara berkala di internet biasanya menggunakan platform WordPress, Blogspot, Tumblr, dll.
Vlogger adalah singkatan dari Video Blogger.  Sama seperti blogger, namun menggunakan video sebagai bentuk kontennya. Umumnya orang menggunakan Youtube sebagai tempat untuk mengunggah dan menampilkan videonya ke seluruh dunia.
Sebuah blog biasanya memiliki tema atau topik tertentu misalnya tentang teknologi, bahasa, budaya, dll. Penulis blog akan membuat tulisan-tulisan berkualitas untuk para pembaca yang memiliki minat akan hal itu.
Lalu bagaimana seorang blogger menghasilkan uang?
Jika seorang blogger sudah menciptakan audience dalam jumlah banyak akan ada berbagai pintu yang terbuka. Berikut adalah beberapa cara blogger menghasilkan uang secara umum:
  1. Iklan.
    Cara yang paling sering digunakan orang adalah memasang iklan google Adsense. Dengan menaruh suatu script di blognya, Perusahaan yang membayar advertising ke Google, iklan-iklannya akan tampil di blog orang itu. Dan ketika ada pembaca yang mengkliknya pemilik blog akan dibayar dalam bentuk dolar.
    Bisa juga bila tulisanmu ternyata memiliki kaitan dengan produk perusahaan tertentu, mungkin mereka akan tertarik untuk memasang iklan langsung di tempat kamu, atau bahkan kamu diminta untuk meng-endorse produk mereka.
  2. Narasumber.
    Ketika seorang blogger menjadi expert di bidangnya ia bisa saja diminta untuk berbicara di suatu acara dan dibayar.
  3. Jual jasa.
    Para penerjemah juga biasanya memiliki blog untuk memasarkan dirinya. Dengan harapan akan ada orang yang menemukan dirinya melalui mesin perambah dan menawarkan job.
  4. Jual buku.
    Seorang blogger bila sudah terkenal, ia bisa meluncurkan dan menjual buku lewat blognya.
  5. Jual produk.
    Misalnya bila kamu menulis tentang budaya Jepang, mungkin kamu bisa juga menjual barang-barang yang berkaitan dengan budaya Jepang, seperti kimono, samurai, dll. Sebab orang-orang yang datang ke blog Anda kemungkinan tertarik dengan hal-hal seperti itu.
  6. Forum lowongan kerja.
    Blogger bisa menarik fee dari orang yang hendak memasang iklan lowker di tempatnya.
Pastinya profesi ini bukan untuk mereka yang mengharapkan pendapatan tetap tiap bulan. Tetapi bukan tidak mungkin bila sudah berhasil, penghasilannya lebih besar dari gaji manajer.
Menjadi seorang blogger atau vlogger bukanlah untuk semua orang. Membuat sebuah blog yang diminati banyak orang bukan pekerjaan membalikkan telapak tangan. Diperlukan kerja keras, pengetahuan, strategi, investasi waktu dan tenaga ke dalamnya.
Sebaiknya sejak Anda masih kuliah, Anda sudah memulai. Sebab tanpa pengetahuan tentang marketing dibutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan pundi-pundi uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar